Bullying
Penindasan (bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk
menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat
menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan
sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau
ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali
terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas,
atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu
secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat
berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari
mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
saya mau share beberapa cerita pribadi saya mengenai bullying. Dulu di Sekolah Dasar, saya pernah menjadi korban bullying, teman-teman membully saya atas dasar ketidaksukaan dengan saya yang didasari oleh rasa iri berlebihan. Sampai suatu hari tidak ada yang mau berteman dengan saya kecuali orang Muthia, Nisa dan Nujulia. They know I am not stuppid and they know I am pretty (itu alasan yang saya tahu kenapa teman-teman membully saya). Saya pernah beberapa kali melawan dan akhirnya teman saya kalah, saat itu saya mengucapkan "Saya cerdas, cantik, ataupun tinggi (dulu hehe) itu karena sudah dari sana dikasihnya begini, kalau mau ngolok jangan di belakang di depan muka aku sini"
Sontak teman saya yang laki-laki menjahili saya dan saat itu pula saya geram dan saya pelintir tangan 2 teman saya itu dan mereka keseleo.
Okay sampai pada hari kelulusan mereka masih memandang saya rendah, namun saat di SMP saya membuktikan kalau saya ini memang benar-benar berusaha karena kemampuan saya sendiri dan bukan sogokan untuk orang lain.
Saat SMA pun saya membuktikan bahwa kualitas diri saya ini masih terus diasah, dengan menjadi Pembaca Berita (News Anchore) di salah satu stasius televisi Kota Balikpapan, mengikuti kegiatan Paskibra Kota Balikpapan dan mereka yang dulunya tidak suka dan sering iri perlahan mulai mendekat untuk menyambung tali pertemanan.
STOP BULLYING, saya memang bukan korban yang parah (basic saya orang yang cuek dengan omongan negatif) tapi hindari dan berikan peringatan pada pelaku bullying akan lebih baik. Ataupun hukuman pada pelaku bullying (who knows)
Yuk hargai, jaga, berikan protection diri kita dan orang lain dari sifat bullying
saya mau share beberapa cerita pribadi saya mengenai bullying. Dulu di Sekolah Dasar, saya pernah menjadi korban bullying, teman-teman membully saya atas dasar ketidaksukaan dengan saya yang didasari oleh rasa iri berlebihan. Sampai suatu hari tidak ada yang mau berteman dengan saya kecuali orang Muthia, Nisa dan Nujulia. They know I am not stuppid and they know I am pretty (itu alasan yang saya tahu kenapa teman-teman membully saya). Saya pernah beberapa kali melawan dan akhirnya teman saya kalah, saat itu saya mengucapkan "Saya cerdas, cantik, ataupun tinggi (dulu hehe) itu karena sudah dari sana dikasihnya begini, kalau mau ngolok jangan di belakang di depan muka aku sini"
Sontak teman saya yang laki-laki menjahili saya dan saat itu pula saya geram dan saya pelintir tangan 2 teman saya itu dan mereka keseleo.
Okay sampai pada hari kelulusan mereka masih memandang saya rendah, namun saat di SMP saya membuktikan kalau saya ini memang benar-benar berusaha karena kemampuan saya sendiri dan bukan sogokan untuk orang lain.
Saat SMA pun saya membuktikan bahwa kualitas diri saya ini masih terus diasah, dengan menjadi Pembaca Berita (News Anchore) di salah satu stasius televisi Kota Balikpapan, mengikuti kegiatan Paskibra Kota Balikpapan dan mereka yang dulunya tidak suka dan sering iri perlahan mulai mendekat untuk menyambung tali pertemanan.
STOP BULLYING, saya memang bukan korban yang parah (basic saya orang yang cuek dengan omongan negatif) tapi hindari dan berikan peringatan pada pelaku bullying akan lebih baik. Ataupun hukuman pada pelaku bullying (who knows)
Yuk hargai, jaga, berikan protection diri kita dan orang lain dari sifat bullying
Komentar
Posting Komentar