Perjalanan Menjemput Hidayah


Semua yang hidup pasti akan mati.


Awal pakai kerudung mulai dari SMP tahun 2008, dan masih seperti anak SMP pada umumya.. Kalau sekolah dan jalan pakai kerudung, tapi dirumah enggak.. Ini berlanjut sampai tahun 2011. 
Alhamdulillah masuk SMK ketemu sama teman-teman baru dengan banyak pengalaman baru, sampai pada akhirnya semakin memperhatikan penampilan yang menjadi anak remaja dengan dibolak-baliknya hati untuk istiqomah.

Sampai di kelas 2 SMK ketemu sama temen sebangku yang ilmu agamanya sudah lebih dari aku, semakin mantablah untuk terus ngejar jati diri dan selalu sharing sama temen sebangku ini..
Hari terus berlanjut sampai akhirnya memutuskan untuk berhijab full saat sekolah, jalan maupun dirumah.
Senang rasanya sudah menemukan teman baik yang mau menjadi pendengar sekaligus pemberi referensi solusi dari seluruh pertanyaanku..

Eiiits, tidak hanya itu perjalanan menuju istiqomah ini sangatlah berat, bukan dari segi pertemanan daja namun dari keluarga juga.. Banyak pertanyaan yang bermunculan setelah ini, tapi semua bisa dihadapi dengan sembari berdo'a dan mengikhlaskan semuanya terjadi atas kehendak Allah..

Sampai akhirnya 2014 lulus sekolah, senang dong sudah lulus terus corat-coret bareng semua temen-temen.. Petualangan yang sesungguhnya pun dimulai dari sekarang, tidak ada hal yang mudah untuk dicapai jika tidak sungguh-sungguh itu yang aku alami.. mengikuti salah satu kompetisi yang sangat ketat untuk masa depan akhirnya gagal di akhir kompetisi itu, semua pasti ada hikmahnya

Kuputuskan untuk melanjutkan study di tahun 2015.. Salah satu Universitas Swasta kebanggaan Kalimantan, disini keimananku mulai diuji, mendapati tubuh dengan kondisi yang kurang sehat, harus menjaga sebaik mungkin agar tidak kelelahan sembari berobat untuk kesembuhan.. semakin naik turun dan terus dibolak-balik hati ini, keistiqomahan diuji tiada henti.. Sampai akhirnya.....

Allah mengizinkan sesuatu masuk ke dalam badanku yang mengakibatkan tidak boleh terlalu banyak berkegiatan apalagi kegiatan lapangan, dari situ mengerti arti bersyukur atas kesehatan, waktu, keluarga dan kematian yang sudah pasti akan datang cuma waktuya aja yang kita gak tau.. 

Mulai mencari jati diri sembari datang ke kajian-kajian dan sering nonton ceramah dari ustadz favorit.. Ada kalimat yang masih membekas di ingatanku saat ustadz ini ngisi ceramah di masjid komplek dekat rumahku "Kalau hijrah setelah menikah yang dapat pahalanya suami, tapi kalau hijrah sebelum menikah orang tua akan mendapatkan pahala itu juga, jadi sampai kapan akan menunda menjemput hidayah untuk hijrah, untuk memberikan orang tua kita limpahan pahala dari proses hijrah kita?"

Doeeeng, mulai berfikir dari situ karena sejatinya jodoh itu cerminan diri sendiri, dan semakin termotivasi saat Ustadz kondang di Indonesia ceramah isinya "Langkah kaki anak perempuan bisa menjadi penyelamat orang tuanya di akhirat, akan masuk surga ataukah negara, dan satu langkah kaki akan perempuan bisa membangunkan rumah untuk orang tuanya di surga Allah".. Semakin semngat untuk memperdalam ilmu agama

Namun banyak cobaan yang datang, dari Keluarga, Teman, Lingkungan, Pekerjaan, dll... tapi aku percaya jika sesuatu yang di niatkan hanya karena Allah InsyaAllah jalan akan selalu terbuka walaupun tidak mudah ujiannya

Bisillah mulai menutup aurat dengan benar di tahun 2017 meninggalkan celana terutama.. Keajaiban do'a juga yang menjadikan keluarga dari awalnya tidak mendukung sekarang semagat dan semakin senang kalau aku terus memakai rok, gamis, kerudung yang syar'i menutup dada dan mendapatkan kegiatan yang bermanfaat seperti kajian ilmu

Di tahun 2018 ujian kembali terjadi, saat itu hanya yakin Semua Yang Terjadi Merupakan Yang Terbaik Dari Allah, dan jangan pernah menolaknya.. lalu saya terima apapun yang terjadi pada diri saya saat itu tentang pekerjaan.. 2019 awal syukur alhamdulillah berhasil meninggalkan pekerjaan beserta orang-orang yang ada di dalamnya, dan tidak ingin berhubungan lagi dengan ini

Buah dari kesabaran pun muncul, datangnya seseorang yang dapat mengubah cara pandang hidup ini, dia seorang yang special yang berani menyakatakan niat baiknya dengan terus menjadikanku sebagai sahabatnya.. Tak lupa dia mengingatkan untuk terus banyak bermanja dengan Allah dalam keadaan apapun. Saat sakit, kecewa, bahagia atau sesuatu yang paling buruk yang terjadi sekalipun itu sangat tidak kita inginkan.. Banyak hal positif yang saya pelajari dari orang ini, InsyaAllah kami akan terus bersama-sama mengejar ridho Allah dan hanya mengharapkan kebaikan serta ditempatkan di surga-Nya pada hari akhir nanti

Dag dig dug dar dar dar udah kaya kembang api deh pokoknya........ 2019 akhir, pucuk dicinta ulampun tiba. sebelum saya maju sidang skripsi (pendadaran) Allah memberikan saya rizki yang berlimpah, semakin membaiknya kesehatan, diberikan pekerjaan pilihan Allah, diberikan kawan-kawan yang baik walaupun Circle of Friend yang semakin sedikit, tapi aku sangat suka itu..

Sekarang tinggal menunggu wisuda yang hanya hitungan hari, sembari berkegiatan di tempat kerja baru dengan teman-teman baru yang seru-seru, dan  tim oreo yang super lucuu.. aaaah pokony banyak banget deh keajaiban yang aku temui di tahun 2019 ini.. SOOO jangan bosan-bosannya beribadah, berdo'a dan yakin hanya pada Allah, karena sebenarnya do,a kita itu selalu Allah dengar tapiii tergantung waktunya saja kapan Allah akan mengabulkan itu semua

Semangaaat! Percayalah SEMUA YANG TERJADI ITU YANG TERBAIK 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bullying

Usia Terbaik Memberikan Gadget Pada Anak Menurut Bill Gates